Berita mengejutkan datang dari dunia game RPG klasik. Atari secara resmi mengumumkan akuisisi hak atas lima judul pertama dari franchise Wizardry, seri dungeon crawler legendaris yang menjadi fondasi bagi genre role-playing game modern. Pengumuman ini dikonfirmasi melalui Nintendo Life dan langsung memicu gelombang nostalgia dari para gamer yang mengenal seri ini sejak era 1980-an.
Apa Itu Wizardry dan Kenapa Penting?
Wizardry: Proving Grounds of the Mad Overlord dirilis pertama kali tahun 1981 oleh Sir-Tech Software, sebuah perusahaan game yang didirikan oleh Robert Woodhead dan Andrew Greenberg. Game ini adalah salah satu dungeon crawler pertama yang menampilkan party-based exploration, sistem level, dan mekanik combat yang kompleks. Bayangkan, game ini dirilis sebelum Dragon Quest (1986) dan Final Fantasy (1987) — dua raksasa JRPG yang kita kenal sekarang.
Fakta menarik: Yuji Horii, kreator Dragon Quest, secara terbuka menyatakan bahwa Wizardry menjadi inspirasi utama dalam merancang game RPG pertamanya. Begitu juga dengan Hironobu Sakaguchi dari Square Enix yang mengadopsi elemen-elemen Wizardry ke dalam Final Fantasy yang ikonik. Tanpa Wizardry, mungkin Dragon Quest dan Final Fantasy tidak akan pernah ada — atau setidaknya akan terlihat sangat berbeda.
Lima Game yang Diakuisisi Atari
Berdasarkan pengumuman resmi, lima judul yang masuk dalam akuisisi ini adalah:
- Wizardry: Proving Grounds of the Mad Overlord (1981) — game pertama yang memulai segalanya
- Wizardry: The Knight of Diamonds (1982) — sekuel yang memperkenalkan难度 lebih tinggi
- Wizardry: Legacy of Llylgamyn (1983) — dikenal dengan twist ending yang revolusioner
- Wizardry: The Return of Werdna (1987) — satu-satunya game di mana kamu bermain sebagai villain
- Wizardry: Heart of the Maelstrom (1988) — judul kelima yang menutup trilogi asli
Lima game ini membentuk fondasi cerita Wizardry dan dianggap sebagai karya paling berpengaruh dari franchise tersebut. Seri Wizardry kemudian berlanjut hingga Wizardry VIII yang dirilis tahun 2001 oleh Sir-Tech Canada, namun lima game pertama selalu dianggap sebagai yang terbaik dan paling orisinal.
Kenapa Atari Sekarang?
Atari memang sedang gencar membangun portfolionya dengan mengakuisisi IP-IP game klasik. Dalam beberapa tahun terakhir, Atari sudah memiliki hak atas berbagai franchise legendaris dan menunjukkan komitmen untuk menghidupkan kembali game-game jadul dengan cara yang modern. Dengan akuisisi Wizardry, Atari memiliki kesempatan untuk tidak hanya merilis ulang game-game klasik ini, tapi juga berpotensi mengembangkan game Wizardry baru yang menggabungkan estetika retro dengan mekanik modern.
Kabar baiknya, remaster Wizardry: Proving Grounds of the Mad Overlord yang dirilis beberapa tahun lalu sudah menunjukkan bahwa ada pasar yang masih kuat untuk game ini. Remaster tersebut mendapat sambutan positif dari komunitas dungeon crawler, terutama dari fans Etrian Odyssey karya Atlus dan Might and Magic X: Legacy karya Limbic Entertainment.
Apa yang Bisa Diharapkan Selanjutnya?
Belum ada detail resmi tentang rencana Atari terhadap franchise Wizardry. Tapi melihat tren industri game saat ini, ada beberapa skenario yang mungkin terjadi. Atari bisa saja merilis remaster kelima game ini untuk platform modern seperti Nintendo Switch 2, PlayStation 5, dan PC. Atau mereka mungkin mengembangkan game Wizardry baru dengan tim developer yang mengerti DNA dari seri aslinya.
Yang jelas, bagi para penggemar dungeon crawler dan JRPG klasik, ini adalah kabar yang sangat menggembirakan. Warisan Wizardry — seri yang menginspirasi Dragon Quest, Final Fantasy, dan hampir semua JRPG modern — akhirnya ada di tangan perusahaan yang siap menghidupkannya kembali.
Pengaruh Wizardry terhadap Game Modern
Pengaruh Wizardry terhadap industri game tidak bisa dianggap remeh. Sistem party-based exploration yang diperkenalkan game ini menjadi standar untuk hampir semua dungeon crawler dan RPG turn-based yang muncul setelahnya. Game seperti Dragon Quest, Final Fantasy, dan bahkan Dark Souls karya FromSoftware — yang terkenal dengan dungeon design-nya yang menantang — punya DNA yang bisa ditelusuri kembali ke Wizardry.
Di Jepang khususnya, Wizardry memiliki status yang hampir kultus. Seri ini mendapat kelanjutan eksklusif di Jepang bahkan setelah Sir-Tech bangkrut tahun 2001. Wizardry: Labyrinth of Lost World (2009) dan Wizardry: Prison of Souls (2021) dikembangkan oleh studio Jepang Experience Inc., yang juga terkenal dengan seri Stranger of Sword City dan Operation Abyss. Ini membuktikan bahwa Wizardry masih memiliki basis fans yang loyal di Jepang hingga saat ini.
Dengan Atari sekarang memegang hak atas lima game pertama, kita bisa melihat kembalinya franchise ini ke panggung global dalam bentuk yang lebih modern. Mungkin remaster dengan grafis yang di-update, atau bahkan game baru yang menghormati akar-akar dungeon crawler klasik sambil mengadopsi mekanik yang lebih ramah untuk pemain modern.
