Pendahuluan: Capcom di Puncak Kariernya
Jika ada satu perusahaan game yang sedang benar-benar bersinar di tahun 2026, jawabannya pasti Capcom. Perusahaan asal Osaka ini tidak hanya merilis satu atau dua game besar — mereka mendatangkan bombardir konten yang membuat industri game bergetar. Dari Resident Evil Requiem yang memecahkan rekor penjualan, Monster Hunter Stories 3 yang mengukuhkan dominasi franchise tersebut, hingga Pragmata yang akhirnya rilis setelah bertahun-tahun dalam development hell — Capcom seolah berkata: “tahun ini milik kami.”
Berbeda dengan persaingan Xbox Game Pass yang lebih fokus pada layanan subscription, Capcom fokus pada apa yang mereka lakukan terbaik: membuat game berkualitas tinggi yang dijual satu per satu. Dan strategi ini terbukti sangat sukses.
Resident Evil Requiem: Reinvention Survival Horror
Resident Evil Requiem bukan sekadar sequel biasa. Capcom mengambil risiko besar dengan mengubah formula dasar yang sudah membuat franchise ini terkenal. Alih-alih mengikuti formula RE7 dan RE8 yang lebih personal dan claustrophobic, Requiem kembali ke akar dengan eksplorasi area luas dan puzzle kompleks.
Inovasi Gameplay
Yang membuat Requiem spesial adalah sistem dynamic environment. Lingkungan dalam game berubah secara real-time berdasarkan keputusan pemain. Jika kamu terlalu banyak menggunakan senjata api, area tersebut akan menarik lebih banyak zombie. Jika kamu memilih stealth, beberapa area akan menjadi lebih aman tapi resource berkurang. Ini menciptakan pengalaman yang berbeda untuk setiap playthrough.
Capcom juga menambahkan fitur photo mode dan mini-game baru yang bisa diakses setelah menyelesaikan campaign utama. Dan yang paling dinanti: story expansion yang akan menambah cerita tambahan dari perspektif karakter lain. Bagi kamu yang juga mengikuti berita PS Plus, kabar baiknya adalah beberapa konten RE Requiem juga akan tersedia untuk subscriber di masa mendatang.
Respon Komunitas
Respon komunitas sangat positif. Rating Metacritic untuk Requiem berada di angka 90+, dan penjualan sudah menembus 10 juta kopi dalam bulan pertama. Ini membuat Requiem menjadi game Resident Evil terlaris dalam sejarah franchise.
Monster Hunter Stories 3: Turn-Based yang Menggiurkan
Setelah kesuksesan Monster Hunter Stories 2, Capcom membuktikan bahwa formula turn-based dengan monster collecting bisa bersaing dengan franchise JRPG besar seperti Trails in the Sky yang juga mendapat remaster.
Apa yang Baru di Stories 3?
Monster Hunter Stories 3 menghadirkan beberapa fitur revolusioner:
- Sistem Kinship yang Diperluas: Sekarang kamu bisa membangun ikatan dengan lebih dari 200 monster, masing-masing dengan unique kinship attack.
- Open World Semi-Open: Area yang lebih besar dan lebih bebas dieksplorasi dibanding pendahulunya. Tidak lagi terpaku pada area linear.
- Co-op Multiplayer: Untuk pertama kalinya dalam seri Stories, kamu bisa berburu monster bersama teman dalam mode co-op.
- Cross-play: Pemain Switch, PlayStation, dan PC bisa bermain bersama.
Bagi penggemar JRPG yang sedang mencari game baru, Stories 3 adalah pilihan yang sangat solid. Apalagi jika kamu sudah memainkan JRPG-jRPG terbaik di Nintendo Switch 2, Stories 3 akan menjadi pelengkap yang sempurna.
Pragmata: Dari Development Hell ke Realitas
Pragmata mungkin adalah game yang paling banyak “dikerjai” dalam beberapa tahun terakhir. Diumumkan bertahun-tahun lalu, sempat di-reveal ulang dengan gameplay yang sangat berbeda, dan akhirnya — game ini benar-benar rilis di 2026.
Pragmata adalah game action-adventure dengan setting sci-fi yang futuristik. Kamu bermain sebagai seorang gadis muda yang ditemani oleh robot misterius dalam dunia yang penuh bahaya. Gameplay-nya menggabungkan elemen puzzle, exploration, dan combat yang terinspirasi dari Dark Souls namun lebih accessible.
Kenapa Pragmata Penting?
Pragmata penting karena menunjukkan bahwa Capcom berani mengambil risiko. Mereka tidak hanya mengandalkan franchise yang sudah ada, tapi juga berinvestasi dalam IP baru. Ini persis seperti yang dilakukan Nintendo dengan Dragon Ball Games Battle Hour — berani experiment dengan format baru.
Bagaimana Capcom Bisa Se-Sukses Ini?
Ada beberapa faktor kunci yang membuat 2026 menjadi tahun terbesar Capcom:
1. RE Engine yang Matang
RE Engine, game engine buatan Capcom sendiri, sudah mencapai tingkat kematangan yang luar biasa. Developer bisa fokus pada gameplay dan design, bukan debug engine. Ini mempercepat development time secara signifikan.
2. Portfolio yang Diversifikasi
Capcom tidak hanya mengandalkan satu franchise. Mereka punya Resident Evil, Monster Hunter, Street Fighter, Devil May Cry, Ace Attorney, dan masih banyak lagi. Setiap franchise punya timeline release yang berbeda, sehingga selalu ada game baru yang keluar.
3. Komunitas yang Loyal
Capcom membangun hubungan yang sangat baik dengan komunitasnya. Mereka aktif di media sosial, sering mengadakan event, dan mendengarkan feedback dari pemain. Ini menciptakan loyalitas yang sulit ditandingi kompetitor.
Apa Selanjutnya? Teaser “Banger” Berikutnya
Capcom sendiri sudah mengkonfirmasi bahwa mereka belum selesai untuk 2026. Dalam statement resmi, mereka menyebutkan ada “sesuatu yang besar” yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Spekulasi komunitas mengarah pada beberapa kemungkinan:
- Devil May Cry 6: Setelah kesuksesan DMC5, sequel sudah sangat dinanti.
- Onimusha Reboot: Franchise klasik ini dikabarkan mendapat treatment baru.
- Dragon’s Dogma 3: Dengan kesuksesan DD2, sequel bukan hal yang mustahil.
Kesimpulan
2026 benar-benar tahun yang luar biasa untuk Capcom. Dengan Resident Evil Requiem yang memecahkan rekor, Monster Hunter Stories 3 yang menghadirkan formula turn-based yang segar, dan Pragmata yang akhirnya menjadi kenyataan — Capcom membuktikan bahwa mereka bukan hanya salah satu publisher terbesar, tapi juga salah satu yang paling kreatif.
Bagi kamu yang ingin mengikuti perkembangan game-game terbaru dari Capcom dan publisher lainnya, jangan lupa untuk cek update PS Plus terkini karena beberapa game Capcom mungkin akan ditambahkan ke layanan subscription di masa depan.
