Kalau ada duo J-Pop yang lagi naik kelas banget di kancah dunia, itu pasti YOASOBI. Setelah bertahun-tahun menghibur lewat lagu-lagu seperti “Idol”, “Yoru ni Kakeru”, dan “Kaibutsu”, duo berisi Ayase dan Ikura ini sekarang sedang menjalani tur arena terbesarnya di Amerika Utara. Namanya Never Ending Stories Tour, dan kabar baiknya, tur ini sedang berlangsung sepanjang Agustus 2026 ini.
Tur Arena Terbesar di Amerika Utara
Bukan lebay kalau dibilang ini tonggak baru buat karier YOASOBI di luar negeri. Dari akhir Juli sampai pertengahan Agustus 2026, mereka main di 6 arena besar Amerika Utara plus dua festival raksasa, yaitu Lollapalooza dan Osheaga. Salah satu momen paling monumental adalah manggung di Barclays Center, Brooklyn, yang baru saja berlangsung tanggal 6 Agustus lalu.
Buat kamu yang di Indonesia, ini momen seru banget buat diikutin. YOASOBI nggak cuma naik daun di Jepang, tapi sekarang benar-benar mengincar panggung dunia, main di venue-venue yang biasanya ditempati artis Barat besar-besaran.
Barengan dengan EP Baru “E-Side 4”
Tur gede ini nggak jalan sendirian. YOASOBI juga baru merilis EP berjudul E-Side 4 yang beredar tanggal 24 April lalu. EP ini berisi sembilan versi bahasa Inggris dari lagu-lagu mereka, termasuk versi anyar dari “HEART BEAT”, plus lagu populer macam “UNDEAD”, “Watch me!”, dan “New me”. Ada juga single baru “ADRENA” dan “BABY” yang masuk daftar lagu. Jadi di konsernya, penonton bisa dengerin versi bahasa Inggris yang vibes-nya beda dari versi Jepangnya.
Sebenarnya Nggak Baru di Amerika
Sebenarnya ini bukan percobaan pertama. Di 2024, YOASOBI sudah pernah main di Amerika lewat tur YOASOBI Live in the USA, dan momen paling berkesan waktu itu adalah saat mereka naik panggung di Radio City Music Hall, New York. Konsernya mewah banget, penuh efek panggung. Waktu itu mereka main 17 lagu dalam tiga babak, dan penonton dikasih kacamata 3D khusus biar efek CGI di belakang panggung makin kerasa. Bayangin deh, lagu “Biri-Biri” dibalut galaksi efek kembang api.
YOASOBI dan Anime: Hubungan yang Nggak Bisa Diputus
Yang bikin YOASOBI spesial di telinga pecinta anime dan budaya pop Jepang adalah karena mereka selalu dekat dengan dunia anime. “Idol” jadi opening yang legendaris untuk Oshi no Ko, “Kaibutsu” jadi theme song Beastars, dan “Yoru ni Kakeru” adalah lagu yang bikin nama mereka meledak di mana-mana. Sekarang, dengan tur arena dan EP internasional ini, posisi mereka makin kuat kalau disebut sebagai duta J-Pop modern.
Berkat kiprah seperti ini, gelombang artis Jepang lain yang gencar menjajaki pasar global juga makin besar. Kayak Ado yang baru mencetak rekor konser stadion, atau Fujii Kaze yang keliling dunia lewat Prema World Tour. J-Pop emang lagi bersinar, dan YOASOBI jadi ujung tombaknya.
Apa Pendapatmu?
Kamu fans YOASOBI? Lagu favoritmu yang mana — “Idol”, “Yoru ni Kakeru”, atau justru versi Inggrisnya di E-Side 4? Kalau ada rezeki nonton konsernya, share dong di kolom komentar! Karena satu hal yang pasti: perjalanan ini namanya Never Ending Stories, dan rasanya emang nggak ada habisnya.
Daftar Momen yang Wajib Kamu Tandai
- Konser Barclays Center, Brooklyn (6 Agustus) — arena NBA yang jarang dipakai artis Jepang.
- Penampilan di festival Lollapalooza dan Osheaga — dua festival musik terbesar di Amerika Utara.
- Rilisan E-Side 4 dengan sembilan lagu versi Inggris, termasuk “HEART BEAT” versi anyar.
- Tur berlangsung sampai pertengahan Agustus sebelum YOASOBI balik ke Jepang buat lanjut aktivitas.
Buat kamu yang pengin ngikutin perkembangan YOASOBI dan J-Pop dari dekat, seru banget buat pantau media sosial mereka tiap malam konser. Biasanya tiap usai panggung, mereka langsung update foto belakang panggung dan cerita lucu soal interaksi sama penonton lokal. Kadang ada juga kejutan kecil, kayak membawakan lagu lokal atau kolaborasi dadakan yang nggak pernah ada di setlist resmi.
Kalau kamu baru pertama kali denger YOASOBI, coba mulai dari lagu-lagu yang paling sering dipakai buat anime — dijamin langsung paham kenapa duo ini dicintai banget. Dan kalau kamu sudah fans lama, tur ini jadi bukti bahwa kerja keras mereka selama bertahun-tahun benar-benar berbuah manis.
