Haruomi Hosono Legenda Yellow Magic Orchestra Gabung The Avalanches di Album 31 Lagu ‘No Bad Memories’

Duo elektronik asal Australia, The Avalanches, baru saja merilis tracklist lengkap untuk album keempat mereka yang berjudul ‘No Bad Memories’. Dan yang bikin fans J-Pop geregetan? Legenda hidup Yellow Magic Orchestra (YMO), Haruomi Hosono, turut serta dalam kolaborasi epik ini!

Album 31 Lagu dengan Deretan Bintang Dunia

The Avalanches memang terkenal dengan gaya musik mereka yang unik — menggabungkan sampling, elektronik, dan berbagai kolaborasi lintas genre. Kali ini, mereka benar-benar berlebihan (dalam cara terbaik). Album ‘No Bad Memories’ akan dirilis pada 16 Oktober 2026 dan memuat总共 31 lagu dalam satu karya!

Daftar kolaboratornya bikin pusing kepala: Rivers Cuomo dari Weezer, Karen O dari Yeah Yeah Yeahs, aktor Haley Joel Osment (ya, bocol dari The Sixth Sense!), vokalis legendaris Mike Patton dari Faith No More, produser elektronik Jamie xx, dan masih banyak lagi. Setiap lagu menampilkan kolaborator berbeda, menjadikan album ini semacam festival musik dalam format rekaman.

The Avalanches mengungkapkan bahwa konsep album ini terinspirasi dari jingle iklan televisi era 80-90an dan suara start-up komputer lawas. Kedengarannya aneh? Memang. Tapi itulah yang bikin The Avalanches selalu menarik — mereka berani bereksperimen dengan ide-ide yang tidak biasa.

Haruomi Hosono: Dari YMO ke Panggung Global

Yang paling menarik perhatian tentu saja kehadiran Haruomi Hosono. Musisi Jepang berusia 78 tahun ini adalah salah satu pendiri Yellow Magic Orchestra, grup yang mengubah wajah musik elektronik dunia pada era 1970-80an. Bersama Ryuichi Sakamoto dan Yukihiro Takahashi, Hosono menciptakan suara yang menginspirasi ribuan musisi modern — dari Daft Punk sampai Gorillaz.

YMO sendiri debut pada tahun 1978 dengan self-titled album yang langsung mengguncang industri musik. Mereka memadukan synthesizer Moog dan ARP dengan sensibilitas pop Jepang, menciptakan genre yang belakangan dikenal sebagai “technopop”. Lagu-lagu seperti ‘Rydeen’, ‘Behind the Mask’, dan ‘Technopolis’ menjadi standar emas musik elektronik.

Kehadiran Hosono di album The Avalanches menunjukkan betapa pengaruhnya masih terasa hingga kini. Meskipun Takahashi telah meninggal dunia pada tahun 2023 dan Sakamoto berjuang melawan kanker, warisan YMO terus hidup melalui kolaborasi seperti ini. Fans J-Pop di seluruh dunia tentu saja antusias — ini adalah momen langka di mana legenda hidup Jepang berkolaborasi dengan talenta barat kontemporer.

Juga Ada Ryoji Ikeda dan Suzanne Ciani!

Selain Hosono, album ini juga menampilkan beberapa nama yang tidak kalah sensasional. Ryoji Ikeda, seniman visual dan suara Jepang yang terkenal dengan karya-karya instalasi seni digitalnya di museum-museum dunia, berkontribusi pada trek ‘Xerox Altalink B8055’. Kehadirannya menambahkan sentuhan avant-garde yang khas dan memperkuat nuansa Jepang dalam album ini.

Suzanne Ciani, pionir synthesizer asal Amerika yang pernah memenangkan Grammy, juga turut serta. Ciani adalah salah satu wanita pertama yang sukses besar di dunia musik elektronik komersial, dan kolaborasinya dengan The Avalanches menjadikan album ini semacam reuni besar para pelopor musik elektronik lintas generasi dan benua.

Dari ‘Since I Left You’ Sampai ‘No Bad Memories’

The Avalanches pertama kali mencuri perhatian dunia dengan debut mereka ‘Since I Left You’ pada tahun 2000, yang dianggap sebagai salah satu album elektronik terbaik sepanjang masa. Album itu menggunakan lebih dari 3.500 sampel dari berbagai sumber — dari disko Italia sampai soul Afrika — dan membuktikan bahwa musik elektronik bisa menjadi seni yang mendalam.

Setelah hiatus panjang, mereka kembali dengan ‘Wildflower’ (2016) yang menampilkan kolaborator seperti Frank Ocean dan Biz Markie, lalu ‘We Will Always Love You’ (2020) dengan Blood Orange dan Mick Jenkins.

Dengan 31 lagu di ‘No Bad Memories’, ini jadi proyek paling ambisius mereka. Fans sudah berharap banyak — terutama setelah melihat bagaimana mereka menggabungkan begitu banyak gaya musik berbeda dalam satu karya yang koheren dan menyenangkan.

Kapan Bisa Didenger?

‘No Bad Memories’ akan tersedia di semua platform streaming mulai 16 Oktober 2026. Pre-order sudah bisa dilakukan di situs resmi The Avalanches. Bagi penggemar J-Pop yang penasaran bagaimana Hosono berkolaborasi dengan musisi barat, ini adalah kesempatan emas untuk mendengar hasilnya.

Kolaborasi antara legenda J-Pop seperti Hosono dengan The Avalanches membuktikan bahwa musik tidak mengenal batas — baik genre, usia, maupun budaya. Dan itu adalah sesuatu yang layak dirayakan. (≧◡≦) ♡

More From Author

Castlevania: Belmont’s Curse Resmi Diumumkan, Trailer ‘Bloody Tears’ Bikin Merinding Fans

Live-Action Look Back Film Rilis Clip Baru, Tatsuki Fujimoto Ungkap Proses Kreasi Manga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *