Fans RPG Jepang baru saja mendapat kabar yang cukup mengejutkan dari Square Enix. Dragon Quest XII, game yang seharusnya jadi next big thing dari franchise RPG paling ikonik di Jepang, ternyata mengalami development restart total. Bukan cuma delay biasa — Square Enix literally memulai ulang development dari nol dan bahkan mengubah subtitle game ini. Ini berita besar, dan banyak fans yang punya campuran rasa excited dan khawatir.
Dari “Dragon Quest XII” Menjadi Apa?
Pertama, mari kita bahas perubahan subtitle-nya. Awalnya game ini diumumkan dengan subtitle sementara, tapi di livestream Dragon Quest Anniversary terbaru, Square Enix mengungkapkan bahwa subtitle resmi game ini sekarang adalah “Dragon Quest XII: Beyond Dreams”. Perubahan ini bukan sekadar kosmetik — ini mengindikasikan bahwa tim development punya visi yang sangat berbeda dari yang mereka mulai.
Yuji Horii, kreator legendaris Dragon Quest yang sudah memimpin franchise ini sejak game pertama tahun 1986, dilaporkan sangat terlibat dalam proses restart ini. Menurut sumber dari dalam Square Enix, Horii-san tidak puas dengan arah development awal dan memutuskan bahwa game ini perlu pendekatan yang lebih fresh. Hasilnya? Tim development diminta untuk mulai dari nol.
Kenapa Development Restart?
Development restart adalah langkah yang sangat drastis dalam industri game. Ini berarti semua work yang sudah dilakukan sebelumnya — bisa berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun — dibuang dan dimulai ulang. Biaya dan waktu yang dibutuhkan pun melonjak signifikan. Jadi kenapa Square Enix melakukan ini?
Beberapa teori bermunculan. Pertama, tekanan dari kesuksesan Dragon Quest III HD-2D Remake yang dirilis sebelumnya. Game itu mendapat sambutan luar biasa, dan fans punya ekspektasi yang sangat tinggi untuk mainline entry berikutnya. Square Enix mungkin merasa bahwa versi awal Dragon Quest XII tidak akan bisa memenuhi ekspektasi tersebut.
Kedua, kompetisi di genre RPG semakin ketat. Dengan game seperti Final Fantasy VII Rebirth yang terus mendorong batas visual dan gameplay, serta Persona 5 yang mendefinisikan ulang apa yang bisa dicapai JRPG modern, Dragon Quest XII harus benar-benar spesial untuk bisa bersaing. Square Enix tampaknya tidak mau mengambil risiko merilis game yang “cukup bagus” — mereka ingin masterpiece.
Apa yang Kita Tahu Soalnya Gameplay?
Informasi gameplay masih sangat terbatas, tapi beberapa hal sudah dikonfirmasi. Dragon Quest XII akan menggunakan engine yang sama dengan game-game modern Square Enix, dengan visual yang jauh lebih realistis dibanding entry-entry sebelumnya. Franchise Dragon Quest selalu dikenal dengan art direction yang charming dan colorful oleh Akira Toriyama (kreator Dragon Ball yang sayangnya sudah wafat di 2024), dan tim development berjanji untuk tetap mempertahankan spirit visual Toriyama-sensei sambil membawanya ke era baru.
Sistem pertarungan dilaporkan akan mengalami overhaul besar-besaran. Dragon Quest XII: Beyond Dreams akan memadukan sistem turn-based klasik dengan elemen-elemen modern yang lebih dinamis. Belum jelas detailnya seperti apa, tapi bocoran menyebutkan bahwa ada sistem “dream shift” yang memungkinkan pemain berpindah antara dunia nyata dan dunia mimpi — mirip dengan mekanik dual-world di Chrono Trigger atau Persona 5.
Dragon Quest Monsters: The Withered World Juga Diumumkan
Bersamaan dengan berita Dragon Quest XII, Square Enix juga mengumumkan Dragon Quest Monsters: The Withered World yang akan rilis pada 3 Desember 2026 untuk Nintendo Switch 2. Spin-off yang terinspirasi dari Pokemon ini memungkinkan pemain untuk menangkap, melatih, dan mengembangbiakkan monster-monster dari dunia Dragon Quest. Pengumuman ini muncul di Nintendo Direct Juni 2026 dan langsung bikin fans antusias.
Dragon Quest Monsters punya sejarah panjang di Jepang sebagai salah satu monster-collection RPG terbaik, dan entry terbaru ini digadang-gadang akan membawa kembali magic dari era Game Boy Color dan Nintendo DS. Dengan hardware Switch 2 yang jauh lebih kuat, visual monster-monster di game ini dilaporkan sangat menawan.
Dragon Quest XI S Switch 2 Version
Selain game baru, Square Enix juga mengumumkan versi Dragon Quest XI S: Echoes of an Elusive Age – Definitive Edition untuk Nintendo Switch 2 yang akan rilis September 2026. Ini adalah port enhanced dari game yang dianggap sebagai salah satu JRPG terbaik dekade terakhir, dengan improvement di resolusi, frame rate, dan konten tambahan eksklusif. Buat kamu yang belum pernah main Dragon Quest XI, ini kesempatan sempurna untuk mencoba sebelum Dragon Quest XII rilis.
40 Tahun Dragon Quest: Warisan yang Tak Tergantikan
Tahun 2026 ini juga spesial karena menandai ulang tahun ke-40 franchise Dragon Quest. Empat puluh tahun! Dari game 8-bit pertama di Famicom tahun 1986 sampai Dragon Quest XII yang next-gen, franchise ini sudah menghibur jutaan pemain di seluruh dunia — terutama di Jepang, di mana Dragon Quest adalah institusi budaya. Game ini bukan sekadar game; ini adalah bagian dari identitas Jepang modern.
Dragon Quest juga dikenal karena konsistensinya. Meskipun franchise lain terus berinovasi sampai kehilangan identitas, Dragon Quest tetap mempertahankan core-nya: cerita yang heartwarming, gameplay yang accessible, dan world yang penuh charm. Restart development Dragon Quest XII menunjukkan bahwa Square Enix tidak akan mengorbankan kualitas demi deadline.
Baca Juga:
- Final Fantasy VII Revelation — Part 3 FF7 Remake Diumumkan
- Sentimental Graffiti Remake untuk PS5 dan Switch 2
- Hatsune Miku: Starry Party untuk Switch 2
Dragon Quest XII: Beyond Dreams masih dalam development dan belum ada tanggal rilis resmi. Tapi satu hal yang pasti: Square Enix tidak main-main dengan game ini. Development restart berarti mereka benar-benar ingin memberikan pengalaman terbaik. Dan buat fans yang sudah menunggu — sabar ya, karena yang bagus memang butuh waktu (⌒‿⌒)
