Kalau kamu pikir drama paling besar di dunia J-Pop itu soal skandal idol atau pertengkaran antar-fandom, kamu salah besar. Kali ini yang bikin heboh adalah sebuah domain internet. Ya, domain resmi fan club Love Live! Aqours — lovelive-aqoursclub.jp — kedaluwarsa dan sekarang dilelang, dengan tawaran tertinggi mencapai 97,14 miliar yen atau sekitar Rp9,8 triliun (setara US$615 juta). Gila kan?
Apa yang Terjadi Sebenarnya?
Aqours adalah salah satu grup idol fiksi paling sukses di franchise Love Live! yang dikelola oleh Bandai Namco. Grup ini punya anime, manga, game mobile (Love Live! School Idol Festival), konser live, dan tentunya fan club resmi. Namun, pada Juni 2025, fan club Aqours resmi ditutup — yang sebenarnya hal wajar mengingat franchise terus bergerak ke generasi baru seperti Liella! dan Nijigasaki High School Idol Club.
Masalahnya, setelah penutupan fan club, domain lovelive-aqoursclub.jp tidak diperpanjang. Mulai 1 Mei 2026, domain itu muncul di platform lelang domain Jepang bernama Onamae. Dan di sinilah segalanya jadi kacau.
Kenapa Harga Lelangnya Mencapai Rp9,8 Triliun?
Angka 97,14 miliar yen itu jelas bukan tawaran serius — ini kemungkinan besar aksi protes dari para fans Love Live! yang marah terhadap Bandai Namco. Para fans sengaja menaikkan harga lelang secara konyol sebagai bentuk kritik: “Bagaimana mungkin perusahaan sebesar Bandai Namco membiarkan domain resmi franchise mereka kedaluwarsa begitu saja?”
Beberapa fans bahkan menuduh Bandai Namco mengulangi kesalahan yang sama. Akun AkiraReynir di X (dulu Twitter) menulis dengan geram: “Apakah Bandai Namco bodoh? Seorang bodoh yang membuang domain kurang dari setahun setelah menutup layanan! Mereka sudah lupa bahwa domain brand mereka pernah di-hack sebelumnya.”
Risiko Keamanan yang Nyata
Media Jepang ITmedia melaporkan bahwa ada risiko keamanan nyata jika domain ini jatuh ke tangan pihak ketiga. Domain lovelive-aqoursclub.jp masih terhubung (linked) dari berbagai situs resmi Love Live! lainnya, termasuk situs utama franchise. Jika pihak yang tidak bertanggung jawab mendapatkan domain ini, mereka bisa membuat situs phishing yang tampak 100% resmi.
Yang lebih berbahaya, browser dan password manager bisa secara otomatis mengenali domain ini sebagai “situs resmi” karena domain-nya identik dengan yang asli. Ini berarti data login fans yang pernah mendaftar di fan club tersebut bisa berisiko bocor jika mereka masih menggunakan kombinasi username-password yang sama.
Japan DNS Operators Group sebelumnya sudah merekomendasikan agar perusahaan melakukan “end-of-life planning” untuk domain. Mereka menyarankan agar domain yang tidak dipakai lagi tetap dipertahankan dalam status “dormant” (tidur), bukan langsung dibiarkan kedaluwarsa. Langkah-langkah seperti meminta penghapusan dari search engine dan membersihkan backlink harus dilakukan dulu sebelum benar-benar melepas domain.
Love Live!: Franchise yang Tak Pernah Mati
Untuk konteks, Love Live! adalah salah satu franchise multimedia terbesar di Jepang. Dimulai dari anime tahun 2013 tentang grup idol sekolah Muse, franchise ini berkembang ke berbagai generasi: Aqours (2015), Nijigasaki (2020), Liella! (2021), dan yang terbaru Hasunosora Girls’ High School Idol Club. Setiap generasi punya anime, konser, merchandise, dan game sendiri.
Aqours sendiri dianggap sebagai salah satu iterasi paling sukses, dengan konser terakhir mereka yang memecahkan rekor dan game Love Live! School Idol Festival 2 yang masih aktif dimainkan jutaan orang. Itulah kenapa fans begitu emosional ketika tahu Bandai Namco memperlakukan domain fan club mereka dengan ceroboh.
Baca Juga:
Lesson learned: kalau kamu punya brand besar, jangan pernah remehkan domain lama kamu. Fans Love Live! sudah membuktikan bahwa mereka nggak akan diam saja. ( ̄▽ ̄)
