Kamu nonton The 100 Girlfriends Who Really, Really, Really, Really, Really Love You? Kalau iya, pasti inget adegan dance yang super niat itu. Nah, fakta di baliknya bikin melongo: tim produksi Bibury Animation Studios butuh sekitar 15.000 gambar cuma buat mewujudkan satu sequence dance tersebut. Gila nggak tuh?
Info ini dibagikan lewat liputan behind-the-scenes yang ngasih lihat betapa obsesifnya para animator dalam menggarap anime yang diadaptasi dari manga karya Rikito Nakamura (cerita) dan Yukiko Nozawa (ilustrasi) ini. Buat anime komedi romantis yang sering diremehin orang, level dedikasinya ternyata nggak main-main.
Kenapa Satu Adegan Dance Butuh 15.000 Gambar?
Buat yang belum familiar sama proses animasi, anime TV biasa jalan di sekitar 8 sampai 12 gambar per detik buat adegan normal, dan bisa naik sampai 24 gambar per detik buat adegan yang butuh gerakan super halus. Adegan dance dengan banyak karakter yang bergerak sinkron jelas masuk kategori yang kedua.
Di anime Hyakano — begitu fans biasa menyingkatnya — adegan dance itu melibatkan Rentaro Aijo plus deretan pacarnya yang jumlahnya terus bertambah: Hakari Hanazono, Karane Inda, Shizuka Yoshimoto, Nano Eiai, dan masih banyak lagi. Bayangin menganimasikan belasan karakter yang semuanya joget dengan koreografi sinkron tapi tetap punya ciri gerak masing-masing. Pusing? Animatornya juga pusing, makanya butuh 15.000 gambar.
Bibury Animation Studios Memang Rajanya Adaptasi Niatan
Bibury Animation Studios, studio yang didirikan oleh mantan animator Shaft Tensho, memang dikenal nggak pernah setengah-setengah. Sebelum Hyakano, mereka juga menggarap The Quintessential Quintuplets 2 dan Azur Lane. Ciri khas mereka adalah layout yang dinamis dan ekspresi wajah karakter yang hidup banget — dua hal yang kelihatan jelas di Hyakano.
Yang menarik, Hyakano sebagai manga aslinya adalah komedi absurd. Premisnya aja udah ngaco: Rentaro ditakdirkan punya 100 pacar, dan kalau ada yang cintanya ditolak, orang itu bakal celaka. Tapi justru karena materinya absurd, tim anime merasa harus mengimbangi dengan kualitas visual yang serius. Hasilnya? Anime komedi dengan sakuga level anime action.
Manga Originalnya Juga Nggak Kalah Gila
Manga karangan Rikito Nakamura dengan ilustrasi Yukiko Nozawa ini serialisasi di Weekly Young Jump sejak 2019 dan masih jalan sampai sekarang. Jumlah pacar Rentaro di manga udah puluhan dan terus bertambah, yang artinya tantangan buat tim anime bakal makin berat tiap season.
Nozawa-sensei sendiri dikenal dengan desain karakter yang moe tapi ekspresif, dan gaya komedinya yang slapstick. Menerjemahkan timing komedi panel manga ke dalam animasi bergerak itu susah banget — dan 15.000 gambar buat satu adegan dance adalah bukti kalau Bibury nggak mau kompromi.
Standar Baru Buat Anime Komedi?
Yang bikin cerita ini penting adalah presedennya. Biasanya, budget dan tenaga animator difokuskan ke anime action kayak Demon Slayer, Jujutsu Kaisen, atau Chainsaw Man. Anime komedi romantis sering dianggap “cukup bagus aja udah oke”. Hyakano ngebuktiin kalau genre apapun pantas dapat perlakuan terbaik.
Reaksi fans pun luar biasa. Di media sosial, banyak yang bilang adegan dance itu jadi salah satu momen anime paling memorable tahun ini. Ada juga animator dari studio lain yang ikut kagum dan ngebahas tekniknya. Efek domino yang bagus buat industri.
Apa Selanjutnya Buat Hyakano?
Dengan jumlah pacar Rentaro yang terus bertambah di manga, kebayang dong seberapa ambisiusnya season-season berikutnya? Kalau satu adegan dance aja butuh 15.000 gambar, gimana kalau nanti ada adegan yang melibatkan 30+ pacar sekaligus? Animator Bibury kayaknya bakal lembur terus nih.
Buat kamu yang belum nonton, Hyakano tersedia legal di berbagai platform streaming. Siapin diri buat komedi yang absurd, progressively makin gila, tapi digarap dengan cinta yang tulus. 15.000 gambar nggak bohong. Menurutmu, adegan anime apa yang paling niat digarap tahun 2026 ini? Diskusi di kolom komentar yuk!
