Netflix baru saja mengumumkan kabar yang bakal bikin penggemar horor psikologis Japan nge-gas: Mononoke The Movie: Chapter 3 – The Curse of the Serpent resmi tayang global di Netflix pada 29 September 2026. Ini dia penutup trilogi film Mononoke yang paling dinanti, dan buat yang udah nonton dua chapter sebelumnya, siap-siap aja karena chapter terakhir ini katanya paling kelam dan paling intens.
Mononoke Itu Apa Sih?
Buat yang belum familiar, Mononoke adalah serial anime supernatural-horror yang tayang tahun 2007 dan jadi spin-off dari antologi Ayakashi: Samurai Horror Tales (2006). Keduanya lahir dari dapur Toei Animation. Ceritanya ngikutin seorang pria misterius yang dijuluki Medicine Seller — atau Kusuriuri — yang berkeliling Jepang era Edo buat mengusir makhluk bernama Mononoke. Bedanya dari cerita horor biasa, dia enggak bisa asal bacok: dia harus tahu dulu wujud (Katachi), kebenaran (Makoto), dan akal budi (Kotowari) dari sang roh sebelum akhirnya mencabut pedang exorcism-nya. Serem tapi elegan banget, gitu.
Trilogi filmnya sendiri mulai dari Chapter 1: Karakasa (2024), lanjut Chapter 2: The Ashes of Rage (2025), dan ditutup sama Chapter 3: The Curse of the Serpent yang rilis di bioskop Jepang 29 Mei 2026 lalu.
Soal Apa Chapter Terakhir Ini?
Di chapter pamungkas ini, Medicine Seller masuk ke istana dalam yang dilanda teror: ada Snake God (Dewa Ular) yang mencekik para dayang satu per satu. Suasana mencekamnya beda level, karena konfliknya juga nyerempet ke intrik politik di dalam istana — kombinasi horor supranatural dan psikologis yang jadi ciri khas seri ini.
Yang bikin makin spesial, jajaran pengisi suaranya gila-gilaan. Hiroshi Kamiya kembali memerankan Medicine Seller dengan suara khasnya yang tenang tapi bikin merinding. Ada juga Haruka Tomatsu, Tomoyo Kurosawa, Yoko Hikasa, Miyu Irino, sampai Kenjiro Tsuda yang ikut meramaikan. Buat yang doyan anime, deretan nama ini udah kayak hall of fame seiyuu.
Di Balik Layar: Studio Kafka dan Kenji Nakamura
Film ini digarap di bawah arahan Tomoaki Koshida dengan Kenji Nakamura sebagai chief director — nama yang sama yang menyutradarai serial TV Mononoke tahun 2007. Skenarionya ditulis Yasumi Atarashi, dan produksinya dikerjakan bareng oleh EOTA dan Studio Kafka, dengan distribusi oleh Twin Engine. Visualnya? Tetap setia sama gaya seni khas Mononoke yang penuh warna-warni mencolok, motif werewolf-nya, dan framing ala kabuki yang bikin setiap frame kayak lukisan hidup.
Kenapa Wajib Nonton?
- Penutup trilogi — kalau udah nonton dua film sebelumnya, chapter ini wajib buat tuntasin ceritanya.
- Horor psikologis kelas atas — bukan sekadar jump scare; justru pelan-pelan meresap sampai bikin kamu enggak bisa tidur.
- Visual khas — gaya seni Mononoke enggak ada duanya di industri anime.
- Dubber bintang — Hiroshi Kamiya & co. ngasih performa yang emosional banget.
Kabarnya dua chapter sebelumnya juga udah bisa distreaming di Netflix, jadi ini momen pas buat marathon sebelum chapter terakhir tayang. Kalau kamu belum pernah nyobain Mononoke, mulai dari serialnya atau film pertamanya dulu, baru nikmatin penutupnya.
Apa Pendapatmu?
Buat kamu yang udah nonton dua chapter pertama, seberapa siap kamu menghadapi finale-nya? Atau mungkin kamu baru mau kenalan sama Mononoke lewat film ini? Tulis di kolom komentar ya~
Perjalanan Trilogi Mononoke Sejauh Ini
Sebelum nyampe di chapter pamungkas, ada baiknya kita flashback dulu. Chapter 1: Karakasa (2024) membuka trilogi dengan misteri payung setan yang bikin penonton merinding, sedangkan Chapter 2: The Ashes of Rage (2025) naik level dengan konflik yang lebih personal dan kelam. Kedua film itu sekarang udah bisa kamu tonton eksklusif di Netflix, jadi sebelum 29 September tiba, ini waktu yang pas buat marathon dua-duanya dulu. Dengan begitu, kamu bakal lebih ngerasain bobot emosional dari penutup trilogi ini.
Kenapa Horor Mononoke Berbeda?
Kalau biasanya horor anime mengandalkan jump scare atau darah, Mononoke justru bermain di ranah ketakutan psikologis dan simbolisme. Setiap musuhnya punya desain yang rumit dan penuh makna, dan cara Medicine Seller mengalahkan mereka selalu lewat proses deduksi yang pelan-pelan bikin jantung deg-degan. Ditambah gaya seni yang terinspirasi cetakan kayu Jepang tradisional (ukiyo-e), pengalaman nontonnya terasa kayak lagi lihat pertunjukan teater horor yang hidup. Buat yang baru mau mulai, jangan kaget kalau visualnya beda banget dari anime mainstream — justru itu daya tarik utamanya.
Jadi, catat tanggalnya: 29 September 2026, Mononoke The Movie: Chapter 3 – The Curse of the Serpent tayang di Netflix. Siap-siap merinding~
