Gerbang eksklusivitas Xbox makin renggang saja. Setelah sekian lama Microsoft sibuk membawa game-game mereka ke PlayStation, giliran Nintendo yang sekarang ramai jadi tujuan. Baru saja dikonfirmasi bahwa dua game eksklusif Xbox akan resmi mendarat di Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2 pada September 2026. Yang menarik, keduanya rilis hampir berdempetan, hanya berselang dua hari.
Kedua game ini punya cerita menarik masing-masing. Satu hadir sebagai rilisan native Switch 2, satunya lagi bisa dimainkan lewat backward compatibility di Switch 2. Penasaran? Mari kita bahas satu per satu.
Truck-kun Is Supporting Me From Another World: Debut Native di Switch 2, 14 September
Judul pertama yang akan tiba adalah Truck-kun Is Supporting Me From Another World, game action bermotor dari developer Frosty Pop yang diterbitkan oleh Strange Scaffold. Game ini baru saja debut pada 29 Juli lalu secara eksklusif di PC dan Xbox Series X. Nah, sekarang tepat pada 14 September, judul ini akan rilis secara native di Nintendo Switch 2 dengan harga 19,99 dolar AS.
Premisnya sebodoh-indahnya khas era isekai sekarang: kamu berperan sebagai seorang sopir truk yang hidupnya berubah total setelah menabrak seorang wanita. Alih-alih berakhir tragis, kesadaran si wanita justru terlempar ke sebuah dunia fantasi penuh sihir. Tugas kamu? Membantu dia menjalani petualangan sureal untuk menemukan jalan pulang. Konsep aneh yang justru jadi daya tarik tersendiri.
Soal kualitas, agak menarik mencatat adanya gap antara kritikus dan pemain. Secara Metacritic, game ini dapat skor 69 alias biasa saja. Tapi di Steam, ulasan pengguna menyentuh angka 82, yang artinya banyak pemain justru menikmatinya jauh melampaui penilaian kritisi. Kalau kamu tipe gamer yang lebih percaya word of mouth sesama pemain, ini bisa jadi kandidat seru yang tidak terduga.
Little Witch in the Woods: Life Sim Penyihir yang Akhirnya Lepas Eksklusivitas
Satu hari setelahnya, tepatnya 16 September, giliran Little Witch in the Woods yang meluncur ke Nintendo Switch. Game RPG life simulation dari developer Sunny Side Up ini bisa dimainkan di Switch 2 lewat backward compatibility. Harganya sama, yakni 19,99 dolar AS.
Buat yang belum kenal, Little Witch in the Woods sebenarnya bukan game baru-baru amat. Judul ini sudah dirilis dalam bentuk early access sejak 2022 silam di PC dan Xbox One, dan selama empat tahun itu pula ia menjadi salah satu exclusive Xbox yang dicintai fans. Kabar baiknya, game ini baru saja menembus penjualan 500 ribu kopi, angka yang patut dibanggakan untuk indie RPG sekelasnya.
Di dalam game, kamu berperan sebagai seorang apprentice witch atau murid penyihir yang dikirim ke sebuah desa kecil. Misi utamanya sederhana namun adiktif: bantu desa dan para warganya, dan kamu akan dipromosikan menjadi penyihir formal. Campuran antara eksplorasi, crafting, dan interaksi sosial bikin game ini sering disebut mirip Stardew Valley versi dunia sihir.
Dari sisi reputasi, Little Witch in the Woods mengantongi rating sekitar 90 persen di Steam dan 4 dari 5 bintang di Xbox Store. Soal durasi, kalau cuma fokus story utama kamu bisa tamul dalam 8 sampai 9 jam. Tambahkan side content, waktunya membengkak jadi 25 sampai 30 jam. Dan bagi kaum completionist, siap-siap menghabiskan 35 sampai 40 jam untuk menguras semua isinya.
Kenapa Xbox Makin Rajin Berbagi Game ke Platform Lain?
Fenomena dua game ini masuk akal kalau kita lihat arah besar strategi Microsoft belakangan. Sejak beberapa tahun terakhir, Xbox konsisten mengurangi kebijakan eksklusivitas ketat dan memilih membawa first-party maupun partner game-nya ke sebanyak mungkin platform. Bagi publisher indie seperti Strange Scaffold, memperluas pasar ke ekosistem Nintendo adalah langkah bisnis yang sangat masuk akal.
Apalagi Nintendo Switch 2 sendiri sedang panas-panasnya. Bulan Agustus ini saja konsol baru Nintendo dibanjiri port-port AAA, bahkan Elden Ring yang belum resmi rilis sudah mendominasi chart eShop berkat pre-order. Ditambah rumor Diablo IV yang konon juga akan mendarat September nanti, musim gugur ini terasa semakin mahal buat dompet para pemain Switch 2.
Tren serupa juga terlihat dari sisi industri Asia. Game-game seperti Black Myth: Zhong Kui yang memamerkan gameplay perdana dengan sistem summon unik menunjukkan bahwa persaingan kini bukan lagi soal konsol mana yang punya game terbaik, tapi platform mana yang paling ramah buat developer. Kamu bisa simak pembahasannya di artikel Black Myth: Zhong Kui pamer gameplay perdana 15 menit.
Apa Artinya Buat Para Pemain?
Buat gamer Nintendo, kabar ini jelas menyenangkan. Library Switch 2 makin beragam, dan genre seperti life sim penyihir memang cocok banget dimainkan di handheld. Bayangkan memainkan Little Witch in the Woods sambil rebahan, rasanya pas banget dengan karakter gamenya yang santai.
Sementara buat industri, ini menandakan semakin banyak developer yang berani melepas status eksklusif demi menjangkau pemain baru. Pola serupa sebenarnya sudah lama berjalan di ranah lain, seperti kebocoran gameplay GTA 6 yang justru dikonfirmasi legitimasinya oleh Take-Two, atau kasus Riot Games yang mengakhiri pengembangan 2XKO dan urusan refund-nya yang sempat heboh. Semua menunjukkan bahwa lanskap gaming sekarang bergerak cepat dan batas-batas platform makin tipis.
Kesimpulan
Mark your calendar: 14 September untuk Truck-kun Is Supporting Me From Another World secara native di Switch 2, dan 16 September untuk Little Witch in the Woods di Switch. Dua-duanya dijual seharga 19,99 dolar AS.
Dua eksklusif Xbox yang memilih pindah kandang ini adalah bukti bahwa masa depan gaming makin terbuka. Buat pemain Nintendo, itu kabar baik. Buat dompet kita? Semoga saja masih ada sisa setelah musim rilis September nanti.
