Arashi Resmi Tutup Babak 27 Tahun Karir dengan Konser Perpisahan Terbesar di Sejarah J-Pop
Grup idol legendaris Jepang Arashi — yang terdiri dari Satoshi Ohno, Kazunari Ninomiya, Masaki Aiba, Jun Matsumoto, dan Sho Sakurai — resmi mengakhiri karir 26,5 tahun mereka dengan konser perpisahan epik di Tokyo Dome pada 31 Mei 2026. Bukan sekadar perpisahan biasa, tur farewell ini tercatat sebagai salah satu event musik terbesar yang pernah terjadi di Jepang, baik dari segi skala maupun dampak ekonominya.
Bagi jutaan fans yang tumbuh bersama lagu-lagu Arashi sejak debut mereka tahun 1999, momen ini bukan hanya akhir dari sebuah grup musik — tapi penutupan bab masa kecil dan remaja yang tak akan terulang lagi.
Tur Farewell yang Memecahkan Rekor
Tur perpisahan Arashi berlangsung dari Maret hingga Mei 2026, mencakup 15 pertunjukan di 5 kota besar: Hokkaido, Tokyo, Aichi, Fukuoka, dan Osaka. Total kehadiran penonton mencapai sekitar 800.000 orang, sebuah angka yang menunjukkan betapa masifnya dampak Arashi terhadap industri hiburan Jepang.
Harga tiket dikonversi sekitar 12.000 yen (sekitar Rp1,2 juta) termasuk pajak, dengan biaya layanan tambahan. Estimasi pendapatan dari tiket alone mencapai 10,9 miliar yen (sekitar Rp109 miliar). Belum lagi tiket livestream konser final yang dihargai mulai 3.900 yen, dengan estimasi 2 juta anggota fan club yang menonton — menghasilkan tambahan 7,6 miliar yen dari streaming saja.
Dampak Ekonomi 137,5 Miliar Yen
Menurut analisis dari Keizai Koka.NET, situs spesialis analisis dampak ekonomi, tur farewell Arashi menghasilkan dampak ekonomi total sebesar 137,5 miliar yen (sekitar Rp1,37 triliun atau $858 juta USD). Angka ini mencakup pengeluaran langsung seperti pembelian tiket dan merchandise, serta efek sekunder termasuk operasional venue dan aktivitas bisnis terkait di kota-kota tuan rumah.
Penjualan merchandise resmi di venue mencapai estimasi 10,5 miliar yen, sementara pengeluaran transportasi fans tercatat 5,8 miliar yen, akomodasi 6,7 miliar yen, dan makanan-minuman 4 miliar yen. Rata-rata pengeluaran per penonton (di luar livestream) mencapai 61.371 yen (sekitar Rp614 ribu) — angka yang luar biasa besar untuk satu event konser.
Mitsumasa Eto, chief researcher di Keizai Koka.NET, menyatakan: “Bahkan dibandingkan dengan konser musik berskala besar lainnya, belum ada konser berdurasi tiga setengah jam yang menghasilkan tingkat pengeluaran konsumen sebesar ini.”
Warisan Arashi bagi Industri J-Pop
Arashi debut pada tahun 1999 di bawah naungan Johnny & Associates (kini STARTO ENTERTAINMENT) dan langsung menjadi salah satu grup paling ikonik di Jepang. Hits seperti “A-RA-SHI“, “Love So Sweet” (OST Hana Yori Dango 2), “One Love“, “Troublemaker“, dan “Kitto” menjadi soundtrack generasi yang tumbuh di era 2000-an dan 2010-an.
Selain musik, kelima anggota Arashi juga sukses di bidang akting, variety show, dan broadcasting. Kazunari Ninomiya dikenal sebagai aktor berbakat dengan peran di film internasional seperti Letters from Iwo Jima karya Clint Eastwood. Sho Sakurai menjadi news anchor tetap di program berita pagi Jepang. Jun Matsumoto membintangi drama populer seperti Hana Yori Dango dan My Lucky Star.
Keputusan Arashi untuk mengakhiri aktivitas grup diumumkan pada Januari 2020, namun baru bisa terlaksana di Mei 2026 karena penundaan akibat pandemi. Kesabaran fans selama enam tahun terbayar lunas dengan tur yang spektakuler ini.
Akhir yang Indah untuk Legenda
Konser final di Tokyo Dome menjadi momen yang sangat emosional. Ribuan fans berkumpul di area venue sejak pagi hari, banyak yang mengenakan merchandise dan banner kenangan. Livestream global memungkinkan fans dari seluruh dunia ikut serta dalam momen bersejarah ini.
Warisan Arashi bukan hanya soal angka penjualan atau penghargaan musik — tapi tentang bagaimana lima orang ini menemani kehidupan jutaan orang Jepang (dan fans internasional) selama lebih dari dua dekade. Dari masa sekolah, kuliah, pertama kali kerja, hingga menikah dan punya anak — Arashi selalu ada di latar belakang.
Baca Juga:
- BABYMETAL World Tour 2026 dan Deal Bersejarah dengan Capitol Records
- MUSIC AWARDS JAPAN 2026: Kenshi Yonezu, Fujii Kaze, dan XG Dominasi Nominasi
- J-POP SOUND CAPSULE 2026 di Anime Expo: ALI, Yoko Kanno, dan SPYAIR
Selamat jalan, Arashi. Terima kasih untuk 27 tahun yang luar biasa. (≧◡≦) ♡
