Game PS5 yang Mengguncang Industri Game Jepang
Industri game Jepang sedang dibuat gelisah oleh kehadiran sebuah game yang datang bukan dari tanah mereka sendiri. NTE: Neverness to Everness, gacha game open-world yang dikembangkan oleh Hotta Studio di bawah naungan Perfect World Games, telah menduduki puncak tangga game PS5 yang paling banyak diunduh selama berminggu-minggu berturut-turut sejak perilisannya.
Yang bikin semua orang terkejut, game ini dibuat oleh developer China, bukan Jepang, tapi justru memiliki estetika anime yang sangat Jepang dan setting yang terinspirasi langsung dari lokasi-lokasi ikonik seperti Akihabara, Tokyo. Kontras ini memicu diskusi seru di kalangan developer game Jepang: kenapa mereka tidak bisa membuat game seperti ini?
Skala dan Detail yang Bikin Developer Jepang Kaget
Seorang konsultan dari Inside Us Games bernama Alwei memulai diskusi ini di media sosial X (Twitter). Ia menggambarkan scope dan skalabilitas dunia terbuka NTE sebagai sesuatu yang menakutkan. Untuk memberi gambaran, ia membandingkan kemampuan game ini di versi PC dan iOS dengan memanjat ke titik tertinggi di Hetero City dan mengambil screenshot di kedua platform. Hasilnya? Keduanya berjalan mulus tanpa lag sama sekali.
Ini bukan hal kecil. Membangun dunia open-world yang begitu masif dan detail sambil mempertahankan performa di berbagai platform membutuhkan resources yang sangat besar. Alwei berpendapat bahwa bagi developer Jepang, membuat game seperti NTE bisa jadi mustahil saat ini. Bukan karena kurang skill, tapi karena regulasi ketenagakerjaan dan pembatasan jam lembur membuat mereka tidak punya cukup waktu dan tenaga untuk proyek sebesar itu.
Investasi Gila-Gilaan dari Studio China
Game producer Ukyo menulis analisis mendalam di blog pribadinya tentang fenomena ini. Ia menunjukkan bahwa studio China seperti Hotta Studio bersedia menginvestasikan dana sangat besar untuk menghidupkan karakter-karakter game mereka. Bukan hanya soal desain karakter biasa, tapi mereka juga membiayai animasi berkualitas tinggi, film pendek pendukung, bahkan lagu-lagu original untuk setiap karakter penting.
Semua ini bukan sekadar bonus. Ini adalah strategi yang sangat cerdas untuk memperkuat aspek gacha dari game. Ketika pemain jatuh cinta pada karakter karena animasinya bagus, ada film pendek yang menyentuh, dan lagu yang memorable, mereka akan jauh lebih rela menghabiskan uang untuk gacha. NTE memanfaatkan psikologi ini dengan sangat baik.
Mindset yang Berbeda: Live Service vs One-Time Purchase
Ukyo juga menyoroti perbedaan fundamental dalam mindset pengembangan game. China pernah mengalami larangan konsol game dari tahun 2000 hingga 2015, yang secara tidak langsung membentuk pasar game mereka menjadi lebih tertarik pada game live-service dan MMO. Game seperti NTE memiliki dunia yang masif dan hidup, tapi dirancang untuk terus diiterasi seiring waktu. Game ini tidak pernah benar-benar selesai, selalu ada konten baru.
Di sisi lain, pasar Jepang dibangun di atas fondasi game one-time purchase yang finished. Franchise seperti Final Fantasy dari Square Enix dan The Legend of Zelda dari Nintendo adalah contoh sempurna. Game-game ini dijual sebagai pengalaman lengkap, bukan sebagai platform yang terus diperbarui. Kedua pendekatan ini punya kelebihan masing-masing, tapi untuk model live-service gacha, China saat ini jelas lebih unggul.
Pelajaran untuk Developer Jepang dan Gamer Global
Kesuksesan NTE di PS5 bukan sekadar soal game bagus. Ini adalah bukti bahwa industri game global terus bergeser. Studio China seperti Hotta Studio dan publisher seperti Perfect World Games menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing, bahkan melampaui, developer tradisional Jepang dalam hal skala produksi dan kualitas visual.
Bagi gamer, ini kabar baik. Kompetisi yang semakin ketat berarti game-game yang semakin bagus. Bagi developer Jepang, ini mungkin wake-up call yang sudah lama mereka butuhkan. Dan bagi Hotta Studio, NTE adalah bukti bahwa mimpi membuat game open-world gacha yang mendunia bisa jadi kenyataan.
Baca Juga:
- Genshin Impact 6.6: Nicole, Lohen, dan Rerun Mavuika yang Nggak Boleh Dilewatkan
- Nintendo Switch 2 Naik Harga: Apa Artinya Buat Gamer?
- PLAYISM GAME SHOW 2026: 10 Game Indie Jepang Gila
Ikuti terus perkembangan game Jepang dan global terbaru hanya di wibux.com!
