Dunia One Piece karya Eiichiro Oda dipenuhi dengan petualangan, misteri, dan konflik epik. Namun, di antara semua teka-teki yang ada, “Abad Kekosongan” atau Void Century berdiri sebagai misteri terbesar yang melingkupi seluruh narasi. Periode 100 tahun yang terjadi 800 tahun yang lalu ini secara sengaja dihapus dari sejarah dunia oleh Pemerintah Dunia, menjadikaya tabu dan informasi paling dicari oleh para arkeolog dan bajak laut.
Artikel ini akan menyelami lebih dalam berbagai petunjuk dan teori mengenai Abad Kekosongan, menganalisis konspirasi Pemerintah Dunia untuk menutupinya, serta peran krusial tokoh misterius seperti Imu-sama dan keberadaan Senjata Kuno yang berpotensi mengubah nasib dunia. Siapkah Anda menguak lembaran sejarah yang hilang?
Apa Itu Abad Kekosongan?
Abad Kekosongan adalah periode 100 tahun dalam sejarah dunia One Piece yang terjadi antara 900 hingga 800 tahun sebelum alur cerita utama. Informasi mengenai periode ini sepenuhnya dilarang untuk diteliti atau bahkan dibicarakan oleh Pemerintah Dunia. Siapa pun yang mencoba mempelajarinya akan menghadapi konsekuensi berat, seperti yang terjadi pada para cendekiawan Ohara. Menurut Nico Robin, satu-satunya orang yang selamat dari Ohara, periode ini berisi “kebenaran dunia” yang sangat mengerikan dan mengancam legitimasi kekuasaan Pemerintah Dunia.
Kepingan informasi mengenai Abad Kekosongan hanya bisa ditemukan melalui batu-batu raksasa yang disebut Poneglyph. Batu-batu ini ditulis dalam bahasa kuno yang hanya bisa dibaca oleh beberapa orang di dunia, seperti suku Kozuki dari Wano dan para arkeolog Ohara. Poneglyph berfungsi sebagai saksi bisu dari sejarah yang hilang, menunggu untuk diuraikan dan diungkap kebenaraya.
Pemerintah Dunia dan Konspirasi Pembungkaman
Alasan utama di balik pelarangan penelitian Abad Kekosongan adalah pembentukan Pemerintah Dunia itu sendiri. Di akhir periode Abad Kekosongan, 20 kerajaan berhasil bersatu dan membentuk organisasi yang kita kenal sebagai Pemerintah Dunia saat ini. Mereka kemudian menetapkan diri sebagai penguasa sah dunia, dan keturunan raja-raja pendiri tersebut menjadi Tenryuubito (Celestial Dragons).
Konspirasi ini menunjukkan bahwa apa pun yang terjadi selama Abad Kekosongan mungkin secara langsung bertentangan dengaarasi yang dibangun oleh Pemerintah Dunia untuk melegitimasi kekuasaan mereka. Teori paling populer adalah bahwa selama periode itu, ada sebuah Kerajaan Kuno yang sangat maju dan berkuasa, yang ditumbangkan oleh 20 kerajaan yang kemudian membentuk Pemerintah Dunia. Mengungkap sejarah ini akan memaparkan kejahatan dan kebohongan fundamental yang menjadi dasar kekuasaan absolut mereka selama 800 tahun terakhir.
Peran Imu-sama dan Tahta Kosong
Pengenalan Imu-sama, sosok misterius yang duduk di Tahta Kosong di Mary Geoise, mengubah persepsi kita tentang struktur kekuasaan di One Piece. Tahta Kosong seharusnya menjadi simbol bahwa tidak ada satu pun raja yang menguasai dunia, melainkan semua raja setara. Namun, keberadaan Imu-sama yang secara diam-diam memegang kendali tertinggi menunjukkan bahwa ada satu penguasa bayangan yang mengatur segalanya.
Peran Imu-sama kemungkinan besar sangat sentral dalam konspirasi Abad Kekosongan. Bisa jadi Imu-sama adalah salah satu tokoh kunci dari 800 tahun yang lalu, mungkin pemimpin asli dari 20 kerajaan atau bahkan seseorang yang memiliki hubungan langsung dengan Kerajaan Kuno yang hilang. Imu-sama memiliki kekuatan untuk memerintahkan para Gorosei dan bahkan memusnahkan sebuah pulau dengan senjata misterius, menunjukkan betapa besar kekuasaan dan ancaman yang dimilikinya terhadap kebenaran Abad Kekosongan.
Senjata Kuno (Ancient Weapons) dan Kehancuran Dunia
Tiga Senjata Kuno—Pluton, Poseidon, dan Uranus—adalah elemen penting yang terikat erat dengan Abad Kekosongan. Masing-masing senjata ini memiliki kekuatan penghancur yang masif dan mampu mengubah lanskap dunia. Keberadaan Senjata Kuno merupakan alasan lain mengapa Pemerintah Dunia sangat ingin mencegah kebenaran Abad Kekosongan terungkap, karena penggunaan atau kepemilikaya mungkin menjadi kunci untuk melawan dominasi mereka.
- Pluton: Kapal perang kuno yang mampu menghancurkan pulau. Cetak birunya pernah disimpan di Water 7.
- Poseidon: Putri duyung yang memiliki kemampuan untuk berbicara dengan Sea Kings (Raja Laut), memungkinkan dia untuk mengendalikan mereka.
- Uranus: Senjata Kuno yang paling misterius, kekuataya belum sepenuhnya terungkap, namun dispekulasikan sebagai senjata yang dapat memusnahkan pulau dari langit, mungkin berhubungan dengan “Mother Flame” atau senjata yang digunakan Imu-sama.
Banyak teori menyarankan bahwa Senjata Kuno ini diciptakan selama Abad Kekosongan, mungkin oleh Kerajaan Kuno, sebagai alat untuk mempertahankan diri atau sebagai bagian dari perang besar yang mengguncang dunia.
Kerajaan Kuno, Joy Boy, dan “Will of D.”
Petunjuk dari Poneglyph, terutama yang di Pulau Manusia Ikan dan Wano, secara konsisten menyinggung keberadaan Kerajaan Kuno yang luar biasa dan sosok bernama Joy Boy. Joy Boy adalah individu penting dari Abad Kekosongan yang membuat janji kepada Putri Duyung kuno (Poseidon), namun gagal memenuhinya. Janji ini berkaitan dengan janji kebebasan dan penghapusan diskriminasi, mungkin melibatkan pemindahan Pulau Manusia Ikan ke permukaan.
Kerajaan Kuno ini diyakini memiliki teknologi dan pengetahuan yang jauh melampaui masanya, dan mungkin merupakan ancamayata bagi 20 kerajaan yang akhirnya membentuk Pemerintah Dunia. Penindasan terhadap Abad Kekosongan bukan hanya tentang menutupi kejahatan, tetapi juga tentang mencegah kebangkitan kembali cita-cita Kerajaan Kuno dan semangat kebebasan yang diusungnya.
Selain itu, hubungan antara Abad Kekosongan dan “Will of D.” tidak bisa diabaikan. Banyak karakter penting dalam One Piece yang memiliki inisial “D” dalam nama mereka, dan mereka sering kali merupakan musuh alami atau penentang Pemerintah Dunia. Teori menyatakan bahwa “D” mungkin adalah singkatan dari nama kuno atau gelar yang diwarisi dari mereka yang berperang melawan 20 kerajaan selama Abad Kekosongan, dan bahwa mereka adalah pewaris semangat kebebasan Kerajaan Kuno.
Kesimpulan
Abad Kekosongan adalah fondasi dari seluruh misteri di One Piece, sebuah periode sejarah yang sengaja dihapus untuk melindungi kekuasaan dan kebohongan Pemerintah Dunia. Dari Poneglyph sebagai catatan kuno hingga sosok Imu-sama yang misterius, dan kekuatan dahsyat Senjata Kuno, semua petunjuk ini perlahan-lahan membentuk gambaran besar tentang kebenaran yang mengerikan.
Ketika kru Topi Jerami dan para sekutunya semakin dekat dengan Laugh Tale dan kebenaran di balik Abad Kekosongan, kita dapat mengantisipasi pengungkapan yang akan mengguncang pondasi dunia One Piece. Kebenaran ini tidak hanya akan mengungkap sejarah tersembunyi tetapi juga memicu perang besar yang telah dinubuatkan, menjanjikan era perubahan yang akan mengubah segalanya.
